Posted in love, poetry, puisi, puitis

Don’t Expected Me

Ku berkeluh kesah
Dalam raga ini
Hujan rintik berdansa
Membasahi hati yang muram

Angin berhembus marah
Sampaikan perasaannya
Kelabu menyelimuti
Menemani hati yang duka

Sang kekasih menghilang di balik kabut
Dibawanya sebuah hati
Ntah kapan akan kembali
Mungkin, tak akan pernah

Harapan yang terbentuk
Ladang bunga di dada
Jantung yang berdebaran
Berganti sakitnya jiwa

Kau hanya datang dan pergi
Bagaikan seorang petualang
Seandainya kau kembali
Jangan harap ku menanti

Advertisements
Posted in Uncategorized

Falling Into You

The rain has stopped

Yet the tears still falling

Even though it’s not good

Yet I still falling

Into you…

Kala damai menghilang

Kegelisahan terganti

Kala cinta berkata

Namun tak bersuara

Kau hanya tersenyum semu

Memandang dirinya

Dirinya yang kau puji

Dirinya yang kau damba

Dirinya yang kau rindu

Dirinya yang kau cinta

Tuhan pun tahu akan cinta terlarang ini

Tapi mengapa dia masih memberikannya kepada kita?

Aku dengan dirinya

Dan kau dengan dirinya

Bagaimana dengan kau dan aku?

Kau yang begitu hangat

Bagaikan sinar mentari

Cahaya dalam hidupku

Menjadikan segalanya bersinar

Kenapa kau kelabu?

Penuh resah dan pedih

Aku pun akhirnya tahu

Bahwa cinta itu perih

Segala kenangan sirna

Segala perbuatan terlupa

Hanya dalam hitungan detik

Tak lagi senar hati ini kau petik

Aku yang juga kelabu

Hanya bisa tersenyum

Andai dirinya diriku

Hati ini akan tersenyum

Hati yang tertahan

Rasa yang tersampaikan

Suara yang bisu

Sungguh perih yang kelabu